mEt daTAng kawand...!!

Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]


hiDupmu akan lebih inDah ketika kamu mamPu melihat seGala sesuaTu deNgan pEnuh syukUr...
Alhamdulillah...


Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2009

Puisi Hamka untuk NATSIR

Puisi Hamka untuk NATSIR     

Senin, 23 April 2007



Hussein Umar berpulang. "Kita kehilangan seorang pejuang yang
istiqamah," kata Prof. Didin Hafidhudin. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP]
Adian Husaini ke-191



[Pesan Terakhir Hussein Umar]



Oleh: Adian Husaini



Kamis, 19 April 2007, umat Islam Indonesia kehilangan seorang pejuang
Islam yang tangguh, Hussein Umar. Dia adalah ketua umum Dewan Da'wah
Islamiyah Indonesia. Sebuah SMS belasungkawa yang masuk ke HP saya
menyatakan, "singa podium" itu telah pergi meninggalkan kita." Ya,
memang julukan itu sangat tepat. Hussein Umar adalah seorang orator
ulung. Tapi, dia bukan 'dai artis', yang hanya bicara dakwah dan
perjuangan di atas panggung. Seluruh waktu, pikiran, dan hidupnya
dicurahkan untuk dakwah.



Bang Hussein - panggilan akrab Hussein Umar - memang pengagum para tokoh
Masyumi. Salah satunya, Prof. Kasman Singodimedjo, seorang yang jika
berpidato adalah laksana singa (Singo di Medjo). Hussein Umar sering
mengungkap cerita kegigihan dan keberanian Kasman. Ketika Kasman dalam
tahanan Orde Lama dan dipaksa untuk membuat pengakuan yang tidak
dilakukannya, Kasman justru menantang petugas itu untuk menembaknya.
Ketika dihadapkan padanya seorang perwira yang membuat cerita palsu
tentang dirinya, Kasman justru membentak perwira itu dan menyatakan,
"Taubat kamu!" Perwira itu pun gemetar dibentak Kasman dan mengaku dia
dipaksa untuk membuat cerita palsu.



Cerita lain seputar Kasman, salah satu tokoh idola Hussein Umar. Suatu
saat Kasman berkunjung ke daerah pedalaman. Ketika mobil harus
menyeberangi sungai di atas satu jembatan yang rapuh, pengantarnya
meminta Kasman turun dan membiarkan sopir itu membawa mobilnya sendiri.
Kasman marah dengan tindakan yang mau selamat sendiri itu dan membiarkan
orang kecil celaka. Dia meminta semua naik mobil bersama-sama, selamat
bersama, dan celaka pun harus bersama-sama. Tidak pandang orang
berpangkat atau orang biasa. Sampai-sampai Kasman membentak, "Syahadat
ulang kamu!"



Hussein Umar menceritakan semua kisah itu dalam berbagai kesempatan,
mengajak generasi berikutnya untuk meneladani kisah-kisah teladan para
pejuang terdahulu. Maka, ketika saya berkunjung ke rumahnya, Rabu
(18/4/2007) pagi - sekitar dua jam sebelum beliau di bawa ke rumah sakit
- Bang Hussein juga menceritakan berbagai kisah teladan para tokoh
Masyumi dalam dakwah. Salah satu yang saat itu ditekankan kepada saya
adalah puisi Hamka yang ditulis untuk Natsir, saat berlangsungnya Sidang
Konstituante tahun 1957.



Ketika itu, Bang Hussein bertanya kepada saya,"Sudah baca puisi Hamka
yang ditulis untuk Pak Natsir dalam sidang Konstituante?" Saya jawab,
"Belum!" Ia lalu berdiri, masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah buku
berjudul "Islam Sebagai Dasar Negara", karya Moh. Natsir, terbitan Dewan
Da'wah Islamiyah Indonesia. Bang Hussein memang kami kenal sebagai orang
yang rajin dan telaten dalam mengkoleksi data-data yang penting.



"Ini bacalah!," ujarnya menunjuk pada puisi Hamka yang tertera dalam
bagian depan buku "Islam sebagai Dasar Negara". Saya pun terpana membaca
puisi tersebut, kata demi kata, baris demi baris. Inilah puisi gubahan
Hamka yang diberi judul "Kepada Saudaraku M. Natsir". Puisi ini ditulis
Hamka di Ruang Sidang Konstituante pada 13 November 1957, setelah
mendengar pidato Moh. Natsir di Majlis Konstituante:





Meskipun bersilang keris di leher



Berkilat pedang di hadapan matamu



Namun yang benar kau sebut juga benar





Cita Muhammad biarlah lahir



Bongkar apinya sampai bertemu



Hidangkan di atas persada nusa





Jibril berdiri sebelah kananmu



Mikail berdiri sebelah kiri



Lindungan Ilahi memberimu tenaga





Suka dan duka kita hadapi



Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu



Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi





Ini berjuta kawan sepaham



Hidup dan mati bersama-sama



Untuk menuntut Ridha Ilahi



Dan aku pun masukkan



Dalam daftarmu .......!





Dalam kondisi tubuh yang lemah, tapi dengan suara yang bergetar, Bang
Hussein mengucapkan dua baris terakhir puisi Hamka: Dan aku pun
masukkan, dalam Daftarmu...!



Pidato Natsir dalam Sidang Konstituante tersebut memang luar biasa.
Sebagai seorang ulama dan sastrawan, Hamka pun terpana dengan pidato
Natsir itu, sampai menuliskan sebuah puisi khusus untuk Natsir. Ketika
itulah, Natsir mengupas tuntas kelemahan sekularisme, yang dia katakan
sebagai paham tanpa agama, atau la diiniyah. Sekularisme, kata Natsir,
adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan, dan sikap hanya
di dalam batas keduniaan. "Seorang sekularis tidak mengakui adanya wahyu
sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengatahuan. Ia menganggap
bahwa kepercayaan dan nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah ataupun
oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata dan dipusatkan kepada
kebahagiaan manusia dalam kehidupan sekarang ini belaka," ujar Natsir.



Natsir dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar
menjadikan Islam sebagai dasar negara RI. Kata Natsir, "Jika
dibandingkan dengan sekularisme yang sebaik-baiknya pun, maka adalah
agama masih lebih dalam dan lebih dapat diterima oleh akal.
Setinggi-tinggi tujuan hidup bagi masyarakat dan perseorangan yang dapat
diberikan oleh sekularisme, tidak melebihi konsep dari apa yang disebut
humanity (perikemanusiaan). Yang menjadi soal adalah pertanyaan, "Dimana
sumber perikemanusiaan itu?"



Tokoh-tokoh Masyumi - yang kemudian mendirikan Dewan Da'wah Islamiyah
Indonesia - adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan
konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, mereka juga
konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika
perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, para tokoh Masyumi
pun menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan
perguruan tinggi. Istilah mereka, dakwah adalah laksana air yang
mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.



Rabu (18/4/2007) sekitar pukul 06.00 hari itu saya tidak bermaksud
menjumpai Bang Hussein Umar. Ketika itu, saya sedang meluncur menuju
satu tempat di Tanah Abang, Jakarta, menemui seorang teman dari Kuala
Lumpur. Tapi, entah kenapa, berulang kali HP-nya gagal saya hubungi.
Maka, di luar rencana semula, saya segera mengalihkan tujuan. Saya
menelepon Bang Hussein Umar - panggilan akrab Ketua Umum Dewan Da'wah
Islamiyah Indonesia (DDII). Sudah berbulan-bulan, sejak beliau menjalani
operasi jantung di Kuala Lumpur, saya tidak berbincang dengan Bang
Hussein. "Ya Adian, saya sudah kangen juga," ujarnya dari ujung telepon,
sangat hangat, menyambut telepon saya.



Ketika saya datang, Bang Hussein sudah siap menyambut. Disiapkannya dua
potong roti bakar untuk saya. Menyusul kemudian segelas minuman coklat
hangat. Tapi, ada yang tidak biasa dengan pertemuan-pertemuan
sebelumnya. Kondisinya terlihat lelah. Ia tampak sedikit menggigil.
Sebuah jaket hitam dikenakannya. "Saya merasa dingin sekali, tidak
seperti biasanya," ujarnya. Berulang kali ia harus keluar masuk,
mengeluarkan dahak batuknya. Akhirnya, diambilnya sebuah plastik untuk
menampung dahaknya. Namun, semua itu tidak mematahkan semangatnya untuk
terus berbincang tentang berbagai masalah dakwah dan kenegaraan.



Sosok Hussein Umar adalah sosok dai dan politisi Muslim yang melanjutkan
tradisi perjuangan para pendahulunya. "Beliau bukan manusia biasa. Kita
kehilangan seorang pejuang yang istiqamah. Kita semua menjadi saksi,"
kata Prof. Didin Hafidhudin, mengantar kepergian Bang Hussein. Semua
orang yang mengenal dekat Hussein Umar akan memiliki pendapat yang sama.
Dua puluh tahun lalu, ketika saya masih aktif di lembaga kemahasiswaan
Islam, Hussein Umar sudah saya kenal dengan materi khasnya,
"problematika umat". Hingga kini, apa yang diperjuangkannya pun tidak
bergesar. Hussein Umar tetap istiqamah dalam rel dakwah yang sama. Dia
tidak pindah rel dan pindah jalur. Meskipun aktif dalam belasan lembaga
dakwah, sosial, atau politik, Hussein Umar tetap membawa program
"tegakkan syariat Islam di bumi Indonesia!"



Selain mengingatkan perlunya istiqamah dalam dakwah, dalam perbincangan
Rabu pagi di rumahnya itu, Bang Hussein juga mengingatkan agar para
aktivis dakwah jangan sampai melupakan jasa-jasa para pejuang Islam
Indonesia masa lalu. "Karena jasa-jasa mereka, kita bisa menikmati
situasi di Indonesia saat ini," ujarnya. Ia pun berpesan, agar dalam
dakwah tidak muncul sikap tergesa-gesa ingin menikmati hasil. "Semua
perlu proses dan kesabaran. Jangan kita bisa dijebak lagi, karena ingin
cepat-cepat menuai hasil, lalu masuk dalam skenario yang justru akan
menghancurkan gerakan dakwah," nasehatnya.



Rabu pagi itu, saya sempat meminta Bang Hussein untuk bersedia ditulis
biografinya. Judulnya pun sudah kami sepakati, yaitu "Meluruskan
Sejarah". Beliau adalah seorang pelaku sejarah yang sangat penting untuk
kita gali pengalamannya. Salah satu keprihatinan yang sempat
diungkapkannya adalah adanya upaya pemutarbalikan sejarah G-30S/PKI yang
menghilangkan peran umat Islam. Setelah itu, di Dewan Da'wah pun saya
mengajak sejumlah teman untuk menulis birografinya.



Biasanya jika berkunjung ke rumah Bang Hussein, selepas shalat subuh,
kami berbincang selama berjam-jam. Beliau adalah guru yang sangat kaya
pengalaman dan memiliki ruh dakwah yang tidak pernah padam. Tapi,
melihat tubuhnya yang melemah dan menggigil dengan batuk yang tiada
henti, saya pun segera berpamitan. "Saya juga mau istirahat," ujarnya.
Maka, kami pun berpisah. Beliau mengantarkan saya sampai keluar pintu
pagar dan menutup pagarnya sendiri.



Rupanya, itulah perjumpaan saya terakhir dengan Bang Hussein. Menurut
cerita putranya, sekitar dua jam setelah saya meninggalkan rumahnya,
beliau harus dibawa ke rumah sakit, karena kondisinya memburuk. Padahal,
operasi jantungnya di Kuala Lumpur berlangsung lancar. Beliau pun sudah
mulai berkantor, seminar, khutbah, dan sebagainya. Tapi, Allah
menghendaki lain. Allah mengabulkan keinginan Bang Hussein untuk
menghadap-Nya dalam kondisi aktif dalam dakwah. Beliau tidak ingin
pensiun dari dakwah.



Dan keesokan harinya, Kamis (19/4/2007), selepas shalat subuh, sebuah
kabar duka saya terima, Bang Hussein telah tiada jam 04.00 pagi. Segera
saya meluncur ke rumahnya. Sesampai di rumahnya, saya lihat tubuh Bang
Hussein terbujur, dengan wajah yang sangat teduh dan tenang. Selamat
jalan Bang Hussein! Doa kami menyertaimu. Kami akan melanjutkan
perjuanganmu.



Seperti ujung puisi Hamka untuk Natsir: "Dankami pun masukkan; Dalam
Daftarmu!" Allahumma ighfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu. [Jakarta,
20 April 2007/ www.hidayatullah.com]

Senin, 21 September 2009

Puasa dan Kecerdasan Emosi

Saya akan mengemukakan sebuah bukti ilmiah tentang manfaat puasa yang saya kutip dari tulisan Daniel Goleman, seorang ahli dan peneliti tentang kecerdasan emosi, sebagai berikut: Anak-anak berusia empat tahun di Taman Kanak-kanak Stanford disuruh masuk ke dalam sebuah ruangan. Sepotong marshmallow diletakkan di atas meja di hadapan mereka. Kepada mereka dikatakan,“Kalian boleh makan marshmallow ini jika mau, tetapi bila kalian memakannya setelah saya kembali ke sini, kalian akan mendapatkan sepotong lagi.”

Sekitar empat belas tahun kemudian, sewaktu anak-anak itu lulus sekolah lanjutan tingkat atas, anak-anak yang dahulu langsung memakan marshmallow cenderung tidak tahan menghadapi stress, mudah tersinggung dan lebih mudah berkelahi, sekaligus kurang tahan uji dalam mengejar cita-cita mereka dibandingkan dengan anak-anak yang mampu menahan diri sehingga mendapatkan dua potong. Lebih mengejutkan lagi, anak-anak yang mampu menahan diri dalam uji marshmallow, memperoleh nilai rata-ratanya 210 lebih tinggi (dari nilai tertinggi 1.600) dalam ujian masuk perguruan tinggi.

Ketika mereka tumbuh menjadi dewasa dan bekerja, perbedaan-perbedaan di antara mereka semakin mencolok. Di penghujung usia duapuluhan, mereka yang lulus uji marshmallow ketika kanak-kanak, tergolong orang yang sangat cerdas, berminat tinggi, dan lebih mampu berkonsentrasi. Mereka lebih mampu mengembangkan hubungan yang tulus dan akrab dengan orang lain, lebih handal, lebih bertanggungjawab, dan memiliki kendali diri yang lebih baik saat menghadapi frustrasi. Kondisi sebaliknya dialami mereka yang tidak lulus uji marshmallow. Kemampuan kognitif dan kecakapan emosi mereka jauh lebih rendah dibandingkan kelompok yang tahan uji marshmallow.

Uji marshmallow membuktikan pentingnya ibadah puasa yang diperintahkan oleh Tuhan melalui Nabi Muhammad saw., kurang lebih seribu empat ratus tahun yang lalu, ketika ilmu psikologi dan penelitian ilmiah sama sekali belum dikenal. Ini adalah mukjizat Rasulullah yang kini terbukti kebenarannya secara ilmiah, yaitu meningkatkan kecakapan emosi dan spiritual.

by: Ary Ginanjar Agustian

ESQ model

Koreksi ESQ model..

Konsep ESQ yang digagas oleh Ary Ginanjar Agustian, telah melahirkan fenomena tersendiri di permulaan milenium ketiga-suatu era yang dipercaya oleh banyak kalangan sebagai era kebangkitan spiritualisme. Seolah menjadi oase bagi umat manusia-khususnya kalangan intelektual, eksekutif, dan entrepreneur-yang selama ini sudah merasa jenuh dengan dunia logika dan pola pikir materialisme, sementara batin dan jiwa mereka merasa kering, mencari-cari Tuhan; mencari-cari makna damai dan bahagia yang sesungguhnya (spiritual patologis).

Konsep yang mampu menghubungkan antara dimensi logika, dimensi emosional, dan dimensi spiritual serta bagaimana mensinergikan ketiganya tsb telah menjadi antitesis, bahkan mungkin sintesis, bagi teori-teori psikologi sebelumnya, seperti yang digagas oleh Sigmund Freud, Dale Carnegie, Pavlov, Stephen Covey, dsb. Tak heran jika training ESQ diminati oleh berbagai kalangan. Buku ESQ & ESQ Power pun menjadi best seller.
Beberapa waktu yang lalu, The Oxford Academy di Inggris pernah mengundang Ary Ginanjar untuk mempresentasikan konsep ESQ-nya di depan para spiritualis dan akademisi, yang umumnya bergelar doktor dan profesor dari berbagai universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Denmark, Australia, Slovenia, India, Afrika Selatan termasuk Tibet.
Dalam ESQ Model, digambarkan bahwa urutan 6 Prinsip yang mengacu pada Rukun Iman adalah sbb:

1. Star Principle (Iman kepada Allah)
2. Angel Principle (Iman kepada Para Malaikat)
3. Leadership Principle (Iman kepada Para Rasul)
4. Learning Principle (Iman kepada Kitab-kitab)
5. Vision Principle (Iman kepada Hari Akhir)
6. Well Organized Principle (Iman kepada Takdir)

Sedangkan urutan 5 Prinsip yang mengacu pada Rukun Islam adalah sbb:

1. Mission Statement (Membaca Syahadat)
2. Characteristic Building (Mendirikan Sholat)
3. Self Controlling (Menunaikan Puasa)
4. Strategic Collaboration (Menunaikan Zakat)
5. Total Action (Menunaikan Ibadah Haji)

ini modelnya:


Jika kita mengacu pada Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (kisah Malaikat Jibril yang bertanya kepada Nabi SAW tentang definisi Iman, Islam, dan Ihsan), urutan dari Rukun Iman & Rukun Islam adalah sbb:

Rukun Iman:

1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Para Malaikat
3. Iman kepada Kitab-kitab
4. Iman kepada Para Rasul
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman kepada Takdir.

Rukun Islam:

1. Membaca Syahadat
2. Mendirikan Sholat
3. Menunaikan Zakat
4. Menunaikan Ibadah Puasa
5. Menunaikan Ibadah Haji.

Terdapat perbedaan urutan dalam ESQ Model dengan urutan Rukun Iman & Rukun Islam dalam hadits Nabi. Berbeda urutan akan mengakibatkan perbedaan konsep & implementasi yang sangat fundamental.
-----------------------------------
Kesempurnaan hanya milik Allah.
Salah satu sikap mental yang menyebabkan bangsa kita sulit bangkit dari keterpurukan adalah mencari-cari kesalahan pihak lain (bukannya mawas diri) dan menyatakannya tanpa argumentasi dan bukti, sehingga tidak bertanggungjawab dan jadi fitnah.

Prinsip utama yang ditegakkan dalam “The ESQ Way 165″ adalah TUJUH NILAI DASAR: Jujur, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Karjasama, Adil dan Peduli. Kerangka moral/spiritualnya adalah: (1) SATU HATI: Ihsan perbuatanku (yakin Tuhan melihat setiap langkahku). (6) ENAM PRINSIP: Allah tujuanku, Malaikat mencatat perbuatanku, Nabi dan Rasul teladanku, Kitab Suci pedomanku, Hari Kemudian cita-citaku, Ikhlas sikapku. (5) LIMA LANGKAH: Pengabdian kepada Allah syahadatku, Solat karakterku, Puasa bentengku, Zakat keluarkan potensiku, Haji derap langkahku. Landasan/Tujuan spiritualnya adalah: mencapai Asmaul Husna (99 Nama/Sifat Allah). Dalam format Islam, The ESQ Way 165″ adalah: 1 Ihsan, 6 (Rukun) Iman, 5 (Rukun) Islam.

Kesemua nilai itu hanya akan masuk ke dalam jiwa, hati, pikiran, dan menimbulkan pencerahan melalui metode training ESQ yang luarbiasa. Untuk mencapainya, diperlukan kejernihan hati/pikirian, melalui ZMP (Zero Mind Process: hindari prasangka buruk, berpinsiplah selalu kepada Allah Yang Maha Suci, Bebaskan diri dari segala belenggu pikiran, dengar suara hati/ berprinsip “karena Allah”, perhatikan semua sudut pandang, periksa pikiran Anda terlebih dahulu sebelum menilai segala sesuatu, ingatlah bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah)

“Perintah” terakhir kepada para peserta training adalah: TOTAL ACTION! Berbuat sekarang juga! Sukseskan karier duniamu, kamu harus jadi kaya melalui jalan yang diridoi Allah, dan segeralah berbagi, bantulah saudara dan lingkunganmu dengan dan demi kebaikan — maka, insya Allah, surga menantimu...
-------------------------------------

nah yg udh ikutan ESQ di IG..sapa aj ya??
yg w tau seh cma si trackz..ad lg g

maap kalo ini tread ad yg g suka...hehehe

Kamis, 17 September 2009

Syair dan Ucapan Selamat Idul Fitri

Berikut kalimat-kalimat ucapan yang bisa disampaikan pada hari kita berbuka kembali setelah sebulan penuh berpuasa, hari raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat :

1. Selamat Hari Raya Idul Fitri,
Semoga kita dapat menemukan jati diri
Memperoleh ampunan dan ridho Illahi
Dan kelak mendapat kenikmatan surgawi

2. Bila kata merangkai dusta…
Bila tingkah menoreh luka…
Bila hati penuh prasangka…
Mohon pintu maaf dibuka…

3. Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf berbuah lara
Tuk dusta yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap

4. Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di hari kemenangan kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri

5. Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.

6. Tiada gembira yang menggelora,
tiada senang yang mengangkasa,
selain kembali pada fitrah dan ampunan-Nya.
Selama Berhari Raya!

7. Tangan diulur maaf dipinta,
Erat hubungan sesama kita,
Semoga senang dan gembira,
di Hari Raya yang mulia.

8. Satu Syawal menjelang tiba,
Takbir bergema mengetarkan jiwa,
Sekiranya ada salah dan dosa,
Ampun dipinta dihari mulia.
9. Andai jemari tak sempat berjabat,
Jika raga tak bisa bersua,
Untuk kata membekas luka,
Semoga pintu maaf masih terbuka.

10. Menyambung kasih, merajut cinta,
beralas ikhlas, beratap doa.
Semasa hidup bersimbah khilaf,
berharap diri dibasuh maaf.

11. Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari Fitri,
Pesan ini pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

12. Duduk termenung di atas dipan
Dipan terbuat dari kayu jati
Senang diri bisa bermaafan
Leganya sampai ke lubuk hati

13. Maaf, aku tidak pandai berpuisi
Jadi langsung saja ke yang inti
dengan tulus dan ikhlas dari sanubari
Saya mengucapkan selamat Idul Fitri

14. Beli es di warung bu Rima.
Taruh di piring santap bersama.
SMS sudah saya terima,
teriring pula maksud yang sama.
Minal ‘Aidin wal Faizin..
Mohon maaf lahir batin..

15. Tari zapin rentak Melayu
Rentak langkah hitung delapan
Hari Raya di ambang pintu
Silap salah mohon dimaafkan

16. Sahur hanya tinggal kenangan,
berganti takbir fitri menjelang.
Aku datang ulurkan tangan,
memohon maaf semua kesalahan.

17. Sepuluh jari tersusun rapi,
membawa harum bunga melati.
Niatku ini setulus hati,
memohon maaf di hari Fitri.

18. Bulan Ramadhan telah berlalu
Hari Kemenangan telah datang
Mari bersihkan jiwa dan qalbu
Dari dosa yang bergelimang

19. Ramadhan membasuh hati yang berjelaga
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga
Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

20. Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri
terjemahan secara bebas adalah:
Keimanan membuat segalanya mungkin
Harapan membuat segalanya berjalan
Cinta membuat segalanya indah
Semoga engkau memiliki ketiganya
Selamat Idul Fitri

21. I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health & Wealth today.
They need a permanent place to stay.
I gave them your address.
Hope they arrived safely to celebrate Idul Fitri with you.
May Allah bless you and your family.
Artinya demikian:
Aku bertemu Iman, Taqwa, Sabar, Damai, Gembira, Cinta, Kaya, dan Sehat hari ini. Mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap. Aku berikan alamat rumahmu. Semoga mereka sampai dengan selamat untuk merayakan Idul Fitri bersamamu.
Semoga Allah memberkahimu dan keluargamu.

22. Let’s write all the mistakes down in the sand
And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri!
Dalam bahasa indonesia:
Mari kita tulis semua dosa dan kesalahan di pasir. Dan biarkan hembusan angin kemaafan menghapusnya. Selamat Idul Fitri!

23. Di saat berkilau embun pagi
Dan merekah sinar mentari
Satu kupinta kepada ilaahi
Semoga jiwa kembali suci
Selamat Hari Raya Idul Fitri

24. Ketika ramadhan telah lepas
Tiada dzikir yang lebih pantas
Selain takbir bagi pemilik ‘Arsy.
Ketika takbir telah bergema
Tiada yang lebih bermakna
Selain pintu maaf yang dibuka.
Selamat lebaran, semoga diterima amalan,
yang ikhlas dilakukan, selama Ramadhan.

25. Ambilah kepompong tamsil puasa
bermula rakus ulat yang hina
berakhir kupu-kupu indah mulia
Selamat lebaran, selamat berhari raya
semoga kembali kita, ke fitrah semula

26. Kala ramadhan telah pergi
Takbir berkumandang di hari fitri
Lapar dahaga yang kita lalui
Semoga berbalas pahala ilahi
Dengan tangkupan sepuluh jemari
Kumohon maaf setulus hati

27. Gema takbir di hari raya
Bolehlah buat kita gembira
Namun berlalu bulan puasa
Pergilah 1000 bulan pahala
Selamat lebaran
Semoga Allah mengijinkan
Bertemu Ramadhan tahun depan

Rabu, 09 September 2009

Menangis Karena Takut Pada Allah Subhannahu wa Ta'ala

Menangis adalah karunia Allah Subhannahu wa Ta'ala yang sangat besar yang diberikan kepada manusia. Setiap orang yang menangis tentu memiliki alasan-alasan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bisa jadi seseorang menangis karena takut pada sesuatu, karena bahagia, karena terharu, bisa jadi juga seseorang menangis karena iba, karena menderita, karena kehilangan sesuatu, kematian, musibah dan sebagainya.

Namun ada satu tangisan yang sangat disenangi dan dipuji oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala , yaitu seseorang yang mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala lalu air matanya bercucuran karena merasa takut kepada-Nya. Dan sungguh luar biasa keutamaan yang akan diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada orang yang bisa mencucurkan air mata karena takut pada-Nya.

Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah Ta'ala.

Menangis karena takut kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala memiliki kedudukkan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah, sebagaimana ditegaskan dalam nash-nash Al-Qur'an maupun Hadits-hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , diantaranya:


Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , artinya,
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyuan mereka bertambah". (QS. 17:109)



Firman-Nya yang lain,artinya,
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar" (QS. 67:12)



Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah; …(dan disebutkan diantaranya) seseorang yang berzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir" ( HR. al-Bukhari, Muslim dan lain-lainya )



Rasulullah bersabda, artinya,
"Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya" ( HR.at-Tirmidzi )



Sabda Rasulullah , artinya,"Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak" (HR. Al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)



Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Semua mata pada hari Kiamat nanti akan menangis kecuali (ada beberapa mata yang tidak menangis) (pertama) mata yang dijaga dari hal-hal yang diharamkan Allah, (ke dua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah, (ke tiga) mata yang darinya keluar sesuatu (menangis) walau (air mata yang keluar) hanya sekecil kepala seekor lalat karena takut pada Allah" ( HR.Ashbahâni )



Dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya" (HR.Ibnu Majah, al-Baihaqi dan Ashbahâni )



Dari al-Abbâs Bin Abdul Muthallib Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Dua jenis mata yang tidak tersentuh api neraka, (pertama) mata yang menangis (ditengah kesendirian) dimalam hari karena takut pada Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan (kedua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah." (HR. At-Thabrani)



Dari Zaid Bin Arqom Radhiallaahu anhu , dia berkata, "Seseorang bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Ya Rasulullah dengan apa aku membentengi diri dari api neraka? Rasulullah menjawab, “Dengan air matamu, karena mata yang menangis karena takut pada Allah niscaya neraka tidak akan menyentuhnya selama-lamanya" ( HR. Ibnu Abi Dunya dan Ashbahâny )

Kiat-kiat yang Mengantarkan Kita untuk Bisa Menangis.:

Memperbanyak membaca al-Qur'an dengan memahami maknanya, terutama ayat-ayat yang kita baca di dalam shalat, kemudian berusaha untuk merenungi dan meresapi maknanya ke dalam hati. Di samping itu pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat, seperti tengah malam, ketika shalat tahajjud dan sebagainya.
Jika hal ini bisa kita perhatikan, insya Allah akan membawa pengaruh yang berarti dalam kehidupan kita, sehingga kita akan mudah tersentuh dan menangis ketika membaca al-Qur'an, atau ketika sedang shalat.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Syukhair Radhiallaahu anhu dia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang sedang shalat, dan (aku mendengar) dari rongga dadanya ada gemuruh seperti gemuruh air mendidih dari periuk yang ada di atas tungku berapi, (disebabkan) karena tangisan beliau" (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzi )

Demikian juga Abu Bakar As-Shiddîq Radhiallaahu anhu, beliau sangat mudah tersentuh dengan bacaan Al-Qur'an dan selalu menangis tatkala melantunkan bacaan al-Qur'an.
Juga Umar bin Khattab Radhiallaahu anhu apabila menjadi imam shalat Isya dan Subuh, beliau sering membaca surat Yusuf, dan setiap kali membaca surat ini maka beliau menangis dan suara tangisannya terdengar hingga shaf yang paling belakang, dan karena seringnya beliau menangis sehingga ada bekas menghitam di kedua pipinya.



Mengenali Nama-Nama Allah yang Maha Tinggi dan Sifat-Sifat-Nya yang Agung sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Juga berusaha untuk merenungi kebesaran, keagungan, ketinggian dan kesempurnaan Allah melalui keindahan dan keunikan ciptaanNya, disertai dengan introspeksi atas kelemahan diri kita sebagai hambaNya.



Menghadiri majlis-majlis ilmu, mendengarkan nasehat-nasehat para ulama yang bisa menyentuh batin kita, sehingga membuat kita menangis. Shalatlah berjamaah di belakang imam yang mudah menangis ketika melantunkan ayat-ayat suci al-Qur'an, simaklah kaset-kaset ceramah yang berisi nasehat-nasehat terutama mengenai tazkiyatun nafs, bacaan-bacaan murattal yang isinya penuh dengan kekhusyu'an dan tangisan. Suasana seperti itu bisa menyentuh dan mempengaruhi diri kita.



Mengingat kematian kita. Bagaimana kita akan meregang nyawa mengadapi sakaratul maut dan kita ingatlah ajal kita yang semakin dekat ke ambang pintu kematian. Perhatikan bagaimana keadaan orang-orang yang sedang sakaratul maut, baik yang tampak padanya tanda-tanda khusnul khatimah ataupun sû`ul khatimah. Lalu renungkan kejadian-kejadian itu secara mendalam. Kemudian kita bayangkan jika kejadian-kejadian yang mengerikan itu menimpa diri kita sendiri, dengan tubuh yang semakin lemah, semakin dingin dan semakin tidak berdaya menghadapi kematian, dengan nafas yang tersengal-sengal meregang nyawa yang mau keluar. Tubuh kita menggigil menahan sakitnya sakaratul maut, lalu malaikat maut menarik nyawa dari tubuh kita yang sudah kaku tak bergerak. Hanya diri kita sendiri yang merasakan sakitnya sakaratul maut. Tak seorang pun bisa membantu untuk meringankan betapa sakitnya sakaratul maut, dan tak seorangpun bisa berbuat tatkala nyawa kita dipegang oleh Malaikat Maut.

Setelah nyawa kita berpisah dengan jasad, berarti kita sudah meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-lamanya, maka orang-orang yang ada di sekeliling kita menangis sambil meneteskan air mata menyaksikan tubuh kita yang sudah tidak bernyawa. Lalu tubuh kita dimandikan, dikafani, lalu dishalatkan dan dikuburkan. Anak, istri, keluarga, kerabat dan teman kita mengantarkan jasad kita ke kuburan. Lalu setelah itu mereka meninggalkan kita sendirian di dalam kubur dengan pemandangan yang mengerikan, dan kita tidak tahu apakah kuburan kita itu menjadi taman surga atau justru lorong menuju ke neraka? Di tengah pekatnya kegelapan alam kubur yang menakutkan itu, tiada seorang pun yang menemani kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita. Tiada seorang pun yang bisa memberi bantuan pada kita selain amalan yang merupakan bekal yang telah kita persiapkan semasa hidup. Kita hanya berharap agar semua amal ibadah yang sempat kita lakukan semasa hidup di dunia diterima Allah, karena sangat banyak amalan manusia yang tidak mendapat ridha Allah Subhannahu wa Ta'ala . Banyaknya amalan ibadah yang dilakukan oleh seseorang belum menjadi jaminan untuk terbebasnya dia dari azab kubur kecuali apabila Allah berkenan menerimannya.



Mengingat dan membayang kan kedahsyatan hari Kiamat. Pada hari itu terdengar tiupan pertama terompet malikat Israfil yang sangat dahsyat, sehingga menggelegarkan alam jagat raya ini dan seluruh isinya. Semua makhluk dicekam ketakutan. Semua manusia dalam kebingungan, panik, dan sangat takut. Mereka semua seperti orang yang sedang mabuk. Semua lari tapi entah ke mana tujuannya. Pada hari itu seorang ibu yang sedang menyusui anaknya tidak peduli lagi dengan anak yang sedang dia susui. Seorang bapak tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong anak dan istrinya. Semua hanya mengurusi diri sendiri tapi tidak ada yang bisa diperbuat. Semuanya dicekam ketakutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lalu terdengar lagi suara tiupan terompet malikat Israfil untuk yang ke dua kali. Semua makhluk semakin histeris lalu semuanya musnah. Bumi, gunung, bangunan dan apa saja yang ada semuanya hancur. Semuanya mati dan tiada satupun makluk yang selamat dan lolos dari kehancuran alam semesta ini.



Mengingat Murka Allah kepada umat-umat terdahulu, seperti umat nabi Luth alaihissalam. Mereka dibinasakan dengan hujan batu, lalu bumi mereka dibalikkan oleh Allah Ta'alakarena mereka bergelimang dengan dosa liwath (gay/ homoseksual). Dan masih banyak lagi umat-umat terdahulu yang dihancurkan Allah Ta'ala karena kedurhakaan mereka kepada-Nya.



Ingatlah Kondisi Ummat Islam di masa lalu yang penuh dengan kejayaan dan kemuliaan, lalu bandingkan dengan kondisi kita saat ini yang begitu lemah dan dihinakan.



Memperbanyak Do'a agar Allah Ta'ala menganugerahkan karunia-Nya kepada kita agar bisa menangis karena takut padaNya. Hendaklah kita selalu bermunajat pada-Nya dan sungguh-sungguh dalam berdo'a agar kita dijauhkan dari hati yang tidak khusyu' dan mata yang tidak bisa menangis.



Jangan Meremehkan Dosa, karena dosa sekecil apa pun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Ibnu Mas'ud ra berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seakan-akan dia berada di bawah sebuah gunung dan dia khawatir kalau gunung itu ditimpakan kepadanya. Sedangkan seorang fasik melihat dosa-dosanya seperti dia melihat seekor lalat yang bertengger di hidungnya.


Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hambaNya yang senantiasa menangis karena takut padaNya

Senin, 07 September 2009

Hasrat Muslimah

Aku ingin menjadi KHADIJAH
Menjalin agung sebuah cinta
Menafkahkan hartanya pada FISABILILLAH

Aku ingin sezuhud FATIMAH
Akur tanpa jelak setiap perintah

Aku mengagumi dan mahukan kejayaan
Gedung ilmu AISYAH

Aku ingin menyelami ketabahan SITI HAJAR
Mengedong puteranya yang masih merah
Dipadang pasir yang merekah

Bukannya wanita penggoda
Fitrah dari sejarah SITI ZULAIKHA

Pun jiwaku ingin sekudus RABIATUL ADAWIYAH
Tenggelam asyik dalam nikmat UBUDIYAH
Biar tersingkap segala hijab
Dua cinta takkan berpadu dalam satu hati

Lantas ku serah cinta suci ini pada satu perjuangan
Bagai cekalnya hati ZAINAB AL GHAZALI
Terluka tersiksa terhina terpenjara
Terkurung jasad dicelahan janji kaku
Teguh istiqamah menjunjung akidah dakwah
Demi Islam bukannya menyerah galang gantinya

Atau setidaknya aku impikan hidup semulia MARYAM JAMILAH
Berteman pena menongkah kepayahan
Ruh jihad perlu disemarakkan
Dan biarlah aku yang menyemarakkan obornya

Aduhai..meskipun aku hanyalah perawan
Yang jiwanya tak sekental ASMA
Belum teruji dengan deraian airmata ATIQAH
Tak mampu tersenyum bagai KHASA yang tabah..

Namun relalah aku…
Relalah aku menjadi sayap kiri perjuangan
Kan kuteguh menatang amanah ini
Mewarisi kegemilangannya
SRIKANDI UMMAH

Hanya kerana Islam merindui
Kemunculan peribadi mukminah
Muslimah mujahidah…
Yang rela mati dalam keunggulan iman
Terpanggang gagah bagai harumya pusara MASYITAH…
Jika Islam itu kan kudaulatkan…

101 alasan mengapa wanita harus berjilbab

1. Menjalankan syi’ar Islam.
2. Berniat untuk ibadah.
3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau
6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
10. Bukan karena gaya-gayaan.
11. Bukan karena mengikut trend.
12. Bukan karena berlagak sok suci.
13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan
yang hanya menjadi objek nafsu semata.
16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga
dirinya dari objek nafsu semata.
17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
27. Untuk meninggikan izzah Islam.
28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri.
30. Membuat saya lebih merasa aman.
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
36. Menghin dari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
40. Membuat saya lebih bersahaja.
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah.
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..
75. Membuat lebih mudah bergerak.
76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).
78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
81. Menghemat waktu dalam berhias.
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dalam lindunganNya...^_^

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,

”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”

Dokter Muslim itupun menjawab,

”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”

Dokter Muslim menajwab

”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.”

Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,

”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11)

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.



Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqa’idah 1426 H.

Ecsotis friend

Ecsotis friend
foto bareng sewaktu selesai ujian praktek agama tgl 28 April 2009